bebek rewel

Men are from Mars, Women are from Venus, Duck is from Earth

Suatu Ketika di Ruang Tunggu Dokter Anak…

La Traviata, babak 2 akhir. Sebelum Mbak Violetta nyungsep ke tanah (Alfredo, Alfredo, di questo core)
  

Rigoletto, kayanya sih babak 3 adegan pertama (Abis La Donna e Mobile?). Quartetto di Rigoletto dari Faenol Festivalnya Bryn “Papa Bear” Terfel tahun 2002.
   

Cerita ini daku baca bertahun-tahun yang lalu, kemungkinan dari website ketawaketiwi.com.

Sebagai bebek yang dulu sering membaca buku banyolan dan menjelajahi website-website tak jelas (termasuk website humor), bebek cuma pernah membaca joke ini sekali.

Kalau dilihat dari jalan ceritanya yang melibatkan nama dan arti kata yang bisa dibilang adalah milik Bahasa Indonesia, kemungkinan joke ini memang asli buatan orang Indonesia (Bukan hasil terjemahan dari bahasa lain).

Berhubung humor itu ibarat anak haram (sulit untuk diketaui identitas orang tuanya) dan ibarat penyakit menular (bisa menyebar luas, bahkan sampai diterjemahkan ke bahasa lain), sulit bagi bebek untuk mencari ataupun mengidentifikasi penulis asli.

Maka dengan ini hanya bisa mengatakan terima kasih kepada siapapun yang melahirkan humor ini. :)

Catatan: Bebek menceritakan ulang seperti apa yang ada di ingatan bebek. Oleh karena itu statusnya masukin kedai bakmi aja =P
——————————————————————–

Pada suatu hari, seorang dokter anak terpaksa berhadapan dengan sederetan muka masam di ruang tunggu karena terlambat datang ke kliniknya.

Untuk membuat suasana di ruang tunggu menjadi lebih ceria, dokter tersebut lalu memutuskan untuk menghabiskan waktu sejenak berbasa-basi dengan calon pasien.

“Nama kamu siapa?”, tanyanya ke anak pertama.

“Dwi”, jawab anak itu.

“Oh, Dwi… Mungkin waktu mama hamil, mama sering ngidam duit kali ya?”

Jawaban sang dokter membuat ruang tunggu tersebut tersenyum. Lalu sang dokter beralih ke anak lain.

“Nama kamu siapa?”, tanyanya lagi.

“Donna”.

“Oh… Jangan-jangan waktu hamil kamu, mama kamu ngidam donat?”

Tawa meledak di ruang tunggu. Sang dokter kemudian menghampiri anak ketiga. Namun tiba-tiba saja sang ibu dari anak tersebut beranjak dari duduknya dengan muka cemberut, menarik anaknya ke pintu keluar sambil berkata, “Titi, ayo kita pulang!!”


Kentut~~~

Bebek dapet artikel ini dari temen melalui forwardtan email. Bebek berusaha melacak siapa penulis pertamanya, tapi kayanya mustahil. Artikel ini sepertinya sudah beredar cukup luas dan cukup lama. Setidaknya bebek mendapati artikel ini di salah satu milis dengan tahun posting 2002. 

Bebek sendiri kurang tahu pasti apakah isi dari tulisan ini sahih dan ilmiah. Yang pasti, artikel ini sangat amat berperikebebekkan!! XD XD XD

Karena itu, bagi yang mengetahui siapa penulis asli dari artikel ini harap memberitahu bebek!

Di bawah ini adalah versi yang sudah diedit supaya lebih memenuhi kelayakan sebagai artikel yang berdiri sendiri di bebekrewel.com
——————————————————————-

Kentut sering dijauhi
Kentut sering dihina
Kentut sering dianggap anak haram karena seringkali tidak diakui oleh siapa yang melahirkannya ke dunia ini
Mari kita liat masa lalu kentut
Kasihan sekali nasib mereka…

Dari mana asal kentut?
Dari gas di dalam usus. Gas di dalam usus berasal dari udara yang kita telan yang menerobos ke usus dari darah, gas dari reaksi kimia dan gas dari bakteri dalam perut.

Apa komposisi kentut ?
Bervariasi. Makin banyak udara yang anda telan, makin banyak kadar nitrogen dalam kentut (Untuk oksigen dari udara, ia akan terabsorbsi oleh tubuh sebelum sampai di usus). Adanya bakteri serta reaksi kimia antara asam perut dan cairan usus menghasilkan karbondioksida. Bakteri juga menghasilkan metana dan hidrogen.

Proporsi masing-masing gas tergantung apa yang anda makan, berapa banyak udara tertelan, jenis bakteri dalam usus, berapa lama kita menahan kentut. Makin lama menahan kentut, makin besar proporsi nitrogen, karena gas-gas lain terabsorbsi oleh darah melalui dinding usus.

Orang yang makannya tergesa-gesa kadar oksigen dalam kentut lebih banyak karena tubuhnya tidak sempat mengabsorbsi oksigen.

Kenapa kentut berbau busuk?
Bau kentut disebabkan oleh kandungan hidrogen sulfida dan merkaptan. Kedua senyawa ini mengandung sulfur (belerang). Makin banyak kandungan sulfur dalam makanan anda, makin banyaklah sulfida dan merkaptan yang diproduksi oleh bakteri dalam perut dan makin busuklah kentut anda. Telur dan daging punya peran besar dalam memproduksi bau busuk kentut. Kacang-kacangan berperan dalam memproduksi volume kentut, bukan dalam kebusukannya. 

Kenapa kentut menimbulkan bunyi?
Karena adanya vibrasi lubang anus saat kentut diproduksi. Kerasnya bunyi tergantung pada kecepatan gas dan diameter lubang anus anda.

Kenapa kentut yang busuk itu hangat dan tidak bersuara?
Salah satu sumber kentut adalah bakteri. Fermentasi bakteri dan proses pencernaan memproduksi panas dengan hasil sampingan berupa gas busuk. Gas busuk ini mempunyai ukuran gelembung gas yang lebih kecil, lebih hangat dan lebih jenuh. Gas busuk inilah yang disebut kentut yang mempunyai volume yang kecil tapi SBD (Silent But Deadly: Sunyi Tapi Mematikan). 

Berapa banyak kentut diproduksi sehari?
Rata-rata setengah liter sehari dalam 14 kali kentut.

Mengapa kentut keluar melalui lubang dubur?
Sebab tekanan di sekitar anus lebih rendah.

Gerak peristaltik usus mendorong ke arah bawah dan membuat ruangan menjadi bertekanan sehingga memaksa isi usus termasuk gas-nya untuk bergerak ke kawasan yang bertekanan lebih rendah yaitu sekitar anus.

Berapa waktu yang diperlukan oleh kentut untuk melakukan perjalanan kehidung orang lain?
Tergantung kondisi udara seperti kelembaban, suhu, kecepatan dan arah angin, berat molekul gas kentut dan jarak antara “transmitter” dengan “receiver”.

Begitu meninggalkan sumbernya, gas kentut menyebar sehingga kadar konsentrasinya menjadi berkurang. Kalau kentut tidak terdeteksi dalam beberapa detik, berarti mengalami pengenceran di udara dan hilang “ditelan” udara selama-lamanya. Kecuali kalau anda kentut di ruang sempit seperti lift atau mobil sehingga baunya akan tinggal dalam waktu lama sampai akhirnya diserap dinding. 

Apakah setiap orang kentut?
Sudah pasti, kalau masih hidup. Sesaat setelah meninggalpun orang masih bisa kentut.

Saat apa biasanya orang kentut?
Pagi hari di toilet yang disebut “morning thunder”. Kalau resonansinya bagus, bisa kedengaran di seluruh penjuru rumah.

Mengapa makan kacang-kacangan menyebabkan banyak kentut?
Kacang-kacangan mengandung zat gula yang tidak bisa dicerna oleh tubuh. Jika gula (raffinose, stachiose, erbascose) berhasil mencapai usus, bakteri usus langsung berpesta pora dan membuat banyak gas. Jagung, paprika, kubis, kembang kol dan susu juga bisa menyebabkan banyak kentut (bukan baunya!).

Selain makanan, apa saja penyebab kentut?
Udara yang tertelan, makan terburu-buru, makan tanpa dikunyah, minum soft drink, naik pesawat udara (karena tekanan udara lebih rendah, sehingga gas di dalam usus mengalami ekspansi & muncul sebagai kentut).

Apakah kentut sama dengan sendawa, tapi muncul dari lain lubang?
Tidak. Sendawa muncul dari perut dan mempunyai komposisi kimia yang berbeda dengan kentut.

Kemana perginya gas kentut kalau ditahan tidak dikeluarkan ?
Bukan diabsorbsi darah, bukan hilang karena bocor. Tapi bermigrasi ke bagian atas usus dan pada waktunya akan keluar juga. Jadi bukan lenyap, tapi hanya mengalami penundaan.

Mungkinkah kentut terbakar?
Bisa saja. Kentut mengandung metana, hidrogen yang combustible (komponen yang juga terkandung dalam gas alam). Kalau terbakar, nyala-nya berwarna biru karena kandungan unsur hidrogen.

Mengapa kentut anjing dan kucing lebih busuk?
Karena anjing dan kucing adalah hewan karnivora (pemakan daging). Daging kaya akan protein yang mengandung banyak sulfur yang menjadikan bau kentut binatang ini lebih busuk.

Hewan herbivora seperti sapi, kuda dan gajah memproduksi kentut lebih banyak, lebih lama, lebih keras bunyinya, tetapi relatif tidak berbau.

Betulkah bisa teler kalau mencium bau kentut 2-3 kali berturut-turut?
Mungkin saja anda mengalami pusing kalau mencium bau kentut terlalu banyak karena kentut mengandung sedikit oksigen.

Apakah warna kentut?
Tidak berwarna. Kalau warnanya oranye seperti gas nitrogen oksida maka akan ketahuan siapa yang kentut. 

Kentut itu asam, basa atau netral?
Asam, karena mengandung karbondioksisa (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S).

Apa yang terjadi kalau seseorang kentut di Planet Venus ?
Planet Venus sudah banyak mengandung sulfur(belerang) di lapisan udaranya, jadi kentut di sanapun tidak ada pengaruhnya.


Balas-Berbalas (Foto)

Balas-berbalas foto yang terjadi di salah satu milis yang bebek ikuti:

1. Dikirimkan oleh teman milis bebek yang bernama wiro. Mengenai suatu tabrakan fatal:

gara2 dia sih

“Gara-Gara Dia Sih”

Penyebab:

penyebab 

 

Dan bebek membalas dengan gambar yang lebih efisien untuk menggambarkan kejadian di atas:

why_men_die_before_women_1.jpg

2. Tentang restoran. Wiro mengirim:

fook-yew.jpg

Bebek membalas:

fuk-mi.jpg


The Clash of Noodlelization

Tulisan yang udah lama bebek posting di salah satu milis yang bebek ikutin.

Waktu itu kalau gak salah ada beberapa orang yang mengatakan bahwa bakmi gedungan (baca: franchise) itu lebih ok. Lalu bebek dan beberapa peserta milis lainnya sebagai kelompok pro bakmi gerobak memprotes. Akhirnya terjadi perang kata-kata. Dan bebek pun terdorong untuk menulis tentang teori perbenturan antara 2 aliran perbakmian ini.

Di bawah ini adalah versi yang sudah diedit supaya lebih memenuhi kelayakan sebagai artikel yang berdiri sendiri di bebekrewel.com
—————————————————————————-

Respon pihak pro bakmi gedungan yang cukup heboh membuat bebek berpikir, apakah “dosa” untuk lebih menyukai bakmi gerobak daripada bakmi yang disajikan di gedung ber-AC? Kenapa ada orang yang lebih suka dengan bakmi-bakmi franchise sementara bebek merasa bakmi-bakmi perlente tersebut seakan bakmi zombie yang kehilangan “roh”-nya?

Sementara itu, di sisi lain bebek juga menemukan rekan sejiwa dan sealiran yang lebih menaruh hati kepada bakmi-bakmi sederhana yang dijual di tempat yang tidak keren. Apakah kami adalah makhluk tak jelas yang lebih suka sesuatu yang tidak keren daripada yang perlente? (makin ngaco aja nih kalimat :)) ) Mungkin tidak juga.

Setelah direnungkan lebih jauh, BAKMI (ayam) bagi bebek bukanlah sekedar makanan enak yang mengenyangkan perut. Ketika daku menginjakkan kaki di kedai bakmi, menaruh pantat gendut di bangku plastik dan terbengong-bengong menunggu pesanan yang belum datang, serasa ada sesuatu yang familiar di sana.

Desis kompor gas yang memanaskan kuah, dentingan sumpit dan mangkok yang beradu saat tukang bakmi meratakan bumbu-bumbu bakmi, pengunjung lain yang lagi makan dengan lahap, mangkok bakmi yang bergambar ayam, tempat tissue gulung (yang isinya sering abis itu), tempat plastik di mana sumpit kayu dan sendok kuah berhimpitan… Semuanya begitu familiar buat bebek.

Mungkin hal-hal di atas terasa sepele buat orang lain. Tapi bagi bebek yang tumbuh besar sambil makan bakmi, tempat dan suasana seperti itu mungkin menjadi kesan yang tidak akan pernah terlupakan.

Di tempat seperti itulah bebek kecil yang masih TK makan bakmi bersama mama bebek sepulang sekolah. Di tempat seperti itu juga bebek merayakan berbagai peristiwa penting dan tak penting seperti hari pengambilan rapot, pagi terakhir di Jakarta sebelum berangkat ke Singapur ataupun sekedar mengajak teman atau saudara sambil sesekali meyakinkan mereka kalau bakmi ini memang paling enak sedunia.

Bebek percaya setiap bakmimania mempunyai ritual khusus sebelum dan ketika memakan bakmi. :)

Ritual bebek adalah sebagai berikut (Ritual untuk makan bakmi langganan bebek):
1. Bengong2 ketika menunggu bakmi dan kuah

2. Ambil dan lap sendok dengan tissue ketika kuah datang, lalu taruh tissue di meja (sebagai tatakan untuk membuang benda-benda yang tak diinginkan seperti kulit ayam ataupun daun bawang yang terlalu banyak)

3. Ambil sumpit setelah bakmi mendarat di meja

4. Singkirkan benda-benda yang menghalangi bakmi dan makan bakmi “rasa asli” untuk beberapa saat

5. Setelah itu baru ambil cabe yang tersedia (C-A-B-E dan bukan saos), ciprat beberapa sendok kecil ke bakmi, aduk rata dengan sumpit, baru makan sampai habis

6. Kuah diseruput secara selang seling (Dan haram hukumnya untuk disiram ke bakmi seperti halnya haram juga untuk bakmi atau sayur dicemplungkan ke dalam kuah)

7. Kuah pasti masih bersisa ketika bakmi sudah lenyap ke dalam perut. Kalau sudah sampai tahap ini, maka bebek akan menyingkirkan mangkok bakmi dan mendekatkan mangkok kuah. Minum kuah dengan perlahan, sendok demi sendok sampai pada tetes kuah penghabisan

8. Last but not least… Minum 1 gelas teh dalam 1 rombongan teguk.

Memakan bakmi yang dibungkus pulangpun kadang menjadi ritual tersendiri. Jika bakmi yang dibungkus lebih dari satu dan ada pesanan khusus (Misal: “Yang dikaretin 2 itu gak pake daon bawang”), kegiatan ngebakmi ini biasanya dimulai dari “ngeributin” bungkusan mana yang punya siapa. Setelah itu diskusi kecil apakah mau minum kuahnya apa tidak (dan siapa yang ambil mangkok dan sendok ke dapur). Terakhir dan yang paling menantang dari makan bakmi yang dibungkus: membuka plastik cabe!!

Jangan kira membuka plastik cabe adalah perkara remeh! Kadang stress ringan bisa menerjang ketika benda bernama gunting tidak bisa ditemukan di mana-mana. Plastikpun terpaksa dibuka dengan cara manual (baca: dengan tangan atau gigi)

Tentang kertas pembungkus yang berwarna coklat itu, dulu (dan sampai sekarang) bebek sering terpesona ketika tukang bakmi melakukan kegiatan origami-melipat kertas pembungkus dengan cepat sebelum dikaretkan.

Dengan segala kesan di atas, sepertinya tidak aneh dan tidak berlebihan kalau bebek lebih suka dengan bakmi-bakmi gerobak itu daripada bakmi franchise yang dijual di tempat yang “megah” yang ber-AC.

Di tempat yang bersih dan necis tersebut, tidak ada lagi suara desisan kompor, suasana terasa kaku dan dingin, bakmi seringkali terasa seperti buatan pabrik, cabenyapun kadang seperti cabe botolan. Bakmi tersebut terasa sudah kehilangan “roh”-nya :(

“Roh” suatu makanan mungkin tidak terletak pada makanan itu sendiri. Tapi pada ritual, kenangan dan persepsi kita.

Dalam hal ini, bagi kelompok pro-bakmi gerobak, makan bakmi bukan cuma terasa di lidah. Tapi juga kenangan bagaimana rasanya kumpul bersama keluarga atau teman. Rame-rame pusing cari meja dan tempat duduk. Ada yang bertugas nyolong bangku plastik dari meja sebelah. Ada yang bertugas ngelap-ngelap sendok dan sumpit untuk 1 meja (kalo kerajinan, daripada bengong doang :P).

Bahkan mungkin untuk orang yang merantau ke Jakarta misalnya, di tempat kedai bakmilah mereka serasa “pulang kampung”. Yang dari Medan ya makan bakmi Medan, yang dari Jambi ya makan bakmi Jambi… Ngomong dalam bahasa daerah masing-masing ke tukang bakminya dan kalau hoki ya bisa bertemu dengan teman lama mungkin?

Di kedai bakmi juga orang-orang tua kadang menceritakan tentang kisah pertualangan di dunia bakmi kepada anak-anak mereka. (Dulu Papa waktu masih kecil di kampung sana, pagi-pagi sering diajak pergi makan bakmi di deket pasar. Rasanya bedalah sama bakmi ini, lebih asli di sana. Kalo yang ini mah udah disesuain sama lidah Jakarta. Bla bla bla… Tentunya cerita tersebut dibumbu sana sini untuk membuat anak-anak makin penasaran)

Dengan segala pengalaman dan kenangan seperti di atas, salahkah kami (woloh… kami bo… Ada yang mau ikutan di pihak bebek untuk membentuk kata “kami” ini? :) ) untuk lebih menyukai bakmi gerobak dengan segala suasananya?

Pada saat yang sama, sebagian orang yang lain mempunyai pengalaman yang berbeda dengan bakmi. Karena satu dan lain alasan (Salah satunya alasan untuk yang Muslim, tentu lebih merasa aman untuk makan bakmi franchise yang ada tulisan halal daripada bakmi gerobak yang gak jelas halal haramnya), mereka tidak mempunyai pengalaman dan kenangan bersama bakmi-bakmi “kaki lima”. Bagi mereka yang pro-bakmi franchise, pengalaman dan kenangan mereka mungkin memang hanya terkait pada bakmi-bakmi franchise ini.

pro-bakmi franchise, pro-bakmi gerobak…

Mungkin kita memang hidup di dua dunia yang berbeda :)
——————————————————————–

Lalu tulisan bebek direspon oleh peserta milis yang lain. Ia mempertanyakan lebih jauh tentang “Roh” makanan yang bebek jabarkan di tulisan sebelumnya.

Demikian tanggapan bebek:
——————————————————————–

Bagi bebek, salah satu unsur yang membuat bakmi gedungan terasa “asing” adalah suasananya (Selain tentunya struktur bakmi dan cabe yang cenderung “pabrikan”). Dalam hal ini, daku memakai kata “roh”.

“Roh” itu bisa merupakan suasana, cara menyajikan makanan, tata letak bangku dan bentuk meja (yang bisa mempengaruhi bagaimana orang yang makan semeja saling berinteraksi).

Cara sekelompok orang yang semeja berinteraksi di chinese restaurant tentu beda dengan cara berinteraksi di restoran masakan barat misalnya.

Chinese restaurant cenderung pada sayur yang dimakan ramai-ramai. Oleh karena itu biasanya ada kaca yang bisa diputar-putar dan bentuk mejanya bundar. Masakan barat itu dipesan perindividu, oleh karena itu tidak ada masalah jika meja di western restaurant itu berbentuk memanjang.

Kalau bebek merasa “roh” suatu restoran terasa salah, maka tetap saja bebek merasa ada yang janggal walaupun makanan yang disajikan enak.

“Roh” masakan padang bagi bebek adalah tidak ada AC, suhu ruangan (dengan “pendingin” berupa kipas angin), etalase restaurant dengan piring yang bertumpuk2, cara “memilih” sayur dengan cara memakan yang kita mau dan tidak menyentuh sayur-sayur yang tidak kita suka, nasi yang secuil-secuil setiap kali minta tambah dan cara menghitung bon dengan cara melihat sisa-sisa piring (nasi dan sayur) yang ada di meja.

Bagaimana kalau ada restaurant padang yang ber-AC, makan dengan cara memesan terlebih dahulu (baru kemudian sayurnya datang sesuai pesanan), nasi yang diberikan dalam porsi bakulan (seperti rumah makan kuring-kuringan misalnya).

WEW… walaupun makanannya enak atau bahkan lebih enak daripada yang bebek biasa makan. Tetap saja ada sesuatu yang “janggal”.

Contoh chinese restaurant yang “roh”nya kebaratan itu bisa dilihat di “Court Yard” restaurant di Plaza Indonesia. Masakannya enak!!! Tapi terus terang bebek merasa janggal sekali waktu makan di sana. Suasananya remang-remang, interior modern kebarat-baratan, meja berbentuk kotak, lagunya pun kalo gak salah inget waktu itu lagu instrumental barat. Itu chinese restaurant atau cafe buat orang pacaran??

Chinese food itu lebih terasa sreg kalau dimakan rame-rame bersama teman atau keluarga. Sambil ngobrol ketawa-ketiwi (makanya hampir dipastikan chinese restaurant di manapun akan terasa ribut dan penuh dengan suara seperti dengungan lebah).

Mungkin bebek kecerewetan dalam hal ini.

Yah, namanya juga bebek rewel =p
———————————————————————–

Tulisan serupa mengenai kegundahan seseorang pecinta pizza:
http://food.yahoo.com/blog/sliceamerica/579/a-slice-of-heaven-a-history-of-pizza-in-america


Keluarga Kendi

Setelah “Bribet” dan “The Art of Die Da Yao Jing”, kini ada yang namanya: “Keluarga Kendi”! (Atau mau dinamakan: “Ruang Pameran Kebanjiran” juga boleh)

Sila klik di gambar (148 KB only. Ukuran wallpaper desktop):

keluarga-kendi.jpg

Dibuat pake program POV-Ray waktu pelajaran computer graphic 2 tahun yang lalu.


Ciri Khas Sinetron Indonesia Kini

Jika dulu bebek kopas (copy-paste) tentang 10 Ciri Sinetron Religius Versi Produser, kali ini bebek kopas lagi tentang ”Ciri Sinetron Masa Kini” yang diambil dari milis mediacare (pengirimnya nyomot dari “milis sebelah” juga). Point no 19 dan 20 ditulis oleh seorang peserta milis bernama “Danan Jaya”.

Di bawah ini adalah versi yang sudah diedit supaya lebih memenuhi kelayakan sebagai artikel yang berdiri sendiri di bebekrewel.com (Ada beberapa point yang dihilangkan karena dianggap tidak relevan).
————————————————

1. Ada adegan menampar pacar atau istri yang dikira selingkuh. Padahal cuma ketemu teman lama. Terus menyewa orang untuk menyelidiki.

2.  Ada menangisnya (Kayaknya hampir semua film deh ada). Tapi di sinetron Indonesia hal ini paling mendominasi di setiap episode (Biar masuk nominasi pemeran nangis terbaik versi FFI). Banyak sekali yang mengajarkan balas dendam (Kayak film India saja).

3. Serinya dibikin panjang-panjang takut kehabisan bahan dengan alasan ratingnya naik (Padahal ngebosenin).

4. Biasanya ceritanya rebutan warisan atau warisannya jatuh pada anak atau cucu yang sudah lama hilang atau rebutan kekuasaan atau rebutan anak. Kalo adegannya masih sekolah hampir dipastikan ceritanya tentang rebutan pacar dan biasanya yang rebutan yang cewek dan tokoh yang disenangi si cowok anaknya miskin atau pas-pasan dan baru masuk atau pindahan dari sekolah lain (Tapi anehnya bisa masuk sekolah elite). Terus ada yang sudah merasa memiliki si cowok yaitu cewek yang kaya dan punya geng (Biasanya anak kepala yayasan).

5. Orang kaya selalu menjadi tokoh yang jahat (Apa udah nggak ada orang baik yang kaya?) Kalo pinjam utang selalu pada orang yang sama sampai akhirnya rumahnya disita(Gampang banget nyita rumah).

6. Tokoh yang baik biasanya melarat, lugu dan bodoh. Gampang dibohongin. Dan paling sering tokoh baik hampir tidak pernah minta tolong pengacara dan menang. Minta tolong polisi juga selalu gagal. Tapi giliran tokoh jahat minta bantuan polisi atau pengacara hampir dipastikan menang. Dan yang paling sering yaitu pengacara dengan gampangnya disuruh mengganti isi warisan dengan diberi imbalan uang banyak (Ini yang merusak citra pengacara. Tapi memang banyak sih, he-he-he). Terus hartanya dikuasai dan seisi rumah diusir (Adegan ini sudah katro banget).

7. Tokoh yang baik biasanya lebih goblok dari tokoh yang jahat (Tokoh yang jahat idenya selalu cemerlang meskipun masih anak kecil sekalipun).

8. Bila kisahnya sedih pemeran utama yang baik selalu menderita bertubi-tubi biar dikira mengharukan. Dimulai dengan bangkrut karena ditipu (Emang seorang pengusaha yang sukses gampang percaya orang? Sama anak sendiri aja kadang nggak percaya apalagi orang lain). Terus dilanjutkan dengan jatuh sakit, mau berobat nggak punya duit (Mantan direktur kok sebegitu amat nggak punya duit. Koruptor aja yang masuk penjara aja duitnya masih banyak). Cari kerja susah biasanya jadi kuli pasar (Emangnya nggak punya teman, saudara atau mungkin dia lahirnya nggak sama orang kali yeeee…). Tidurnya di emperan toko terus paginya diusir sama penjaganya. Biasanya mengalami kecelakaan terus menerus, kalau dipasangi jebakan selalu masuk. Habis itu ditolong oleh temannya yang tidak tahu darimana datangnya.

9. Dimanapun tokohnya bersembunyi atau mengasingkan diri, selalu ditemukan tokoh jahatnya (kayaknya wilayah indonesia cuma sebesar perumahan kali ya?)

10. Kebanyakan kalo ceritanya mau selesai, selalu ada saja halangan. Entah jadi lumpuh dan nggak bisa ngomong, tertabrak mobil terus koma, habis tertabrak mobil mau sembuh kemudian jatuh dari tangga atau kebetulan disandera oleh penculik atau naik bis ketiduran terus nyampai dimana nggak tahu dan nggak punya ongkos pulang. Dilanjutkan dengan kisah cari duit buat makan dan ongkos tapi kenalan dengan pemuda baik dan dilanjutkan dengan jatuh cinta (Ceritanya semakin ngawur saja).

11. Penyakit yang sering adalah kanker otak, TBC (Biasanya kalau batuk-batuk terus di tissuenya ada darah). Dan penyakit paling baru dan yang lagi ngetrend di sinetron yaitu: Akibat jatuh atau dengar berita jadi kaget atau kecelakaan terus jadi STROKE + LUMPUH yang menyebabkan jalan cerita nggak jadi selesai (Kenyataannya, hal seperti itu sangat jarang terjadi. Paling-paling patah tulang).

12. Nggak ada yang menceritakan keluarga yang harmonis (Gara-gara kebanyakan nonton sinetron).

13. Bintangnya banyak menggunakan artis Indo (Maksudnya blasteran sama bule biar cakep padahal akting pas-pasan).

14. Yang lebih nggak masuk akal lagi pemeran yang berwajah Indo bisa menjadi tokoh gelandangan. (Emangnya pernah lihat anak Indo yang jadi gelandangan atau pengemis atau melarat? Nggak kreatif banget!!!!) Dengan alasan mau total dalam berakting (Dalam kenyataan pasti sudah diperkosa dan jadi bulan-bulanan ama preman jalanan).

15. Pemeran utama berwajah sangat cantik kadang jadi pembantu (Mending dijadikan istri boss).

16. Kalo berantem sesama laki-laki sampai luka-luka nggak ngerasa sakit. Tapi giliran dipegang sama pacarnya teriak-teriak kesakitan (Dunia emang aneh, tapi rata-rata film Indonesia dari jaman dulu banget sudah begitu).

17. Cerita anak orang kaya punya pacar orang miskin masih banyak. Dan biasanya ditentang oleh salah satu orangtuanya dan orang tua yang satu membela.

18. Kisah yang dimainkan jarang sesuai antara wajah pemain dan tokoh yang dimainkan.

19. Kostum tidak pernah diperhatikan. Biar gembel tetapi bajunya bersih dan masih nampak bekas setrikaannya. Atau seorang pendekar katanya baru datang dari perjalanan jauh dan melelahkan, tetapi bajunya nampak baru keluar dari laundry dan wajahnya fresh tidak berkeringat sama sekali. Memang sutradara kita goblok pooooll atau anggap penontonnya anak kecil.

20. Kalau kelahi cuma satu gebrak dua gebrak yang tidak menarik tetapi tahu-tahu semua melayang diudara atau terlempar keras dan berdarah. Hemat tenaga kali???


Protected: Bokep: Sebuah Telaah dari Seorang Ahli (password bisa diliat di bagian Menu===> “Pages”===> “Password”===>)

This post is password protected. To view it please enter your password below:



Bapak Doraemon, Duta Besar Anime Pertama yang Kita Cintai ^__^

Sapa lagi yang diomongin kalau bukan yayang Doraemon!!

duta-besar-2.jpg

Doraemon dan Nobita berpose bersama Menteri Luar Negeri Jepang, Masahiko Komura di upacara pengambilan sumpah jabatan tanggal 18 Maret 2008 di Tokyo, Jepang

Selain pernah terpilih menjadi salah satu dari pahlawan Asia versi Majalah Time Asia di tahun 2002 (Tentunya Doraemon paling imut di daftar itu), baru-baru ini Doraemon terpilih menjadi Duta Besar Anime pertama.

Entah siapa yang ngajuin ide iseng (nan brillian) untuk mengangkat Doraemon jadi seorang “duta besar”. Pengaruh Doraemon memang sangat luas. Ia dikenal luas oleh masyarakat Asia Timur (Jepang, RRC, Hongkong dan sekitarnya), Asia Tenggara (Indonesia, Thailand, Vietnam dan sekitarnya) dan juga oleh orang-orang berbahasa Spanyol (Termasuk beberapa negara Amerika Latin dan Spanyol itu sendiri).

Menurut Daily Yomiuri Online, Nobita dan Perdana Menteri Yasuo Fukuda mempunyai hubungan “khusus”. Di RRC, huruf mandarin yang digunakan untuk menulis nama Nobita juga adalah huruf yang digunakan untuk menulis nama Yasuo!

Doraemon Duta Besar
Itadakimasu…!!!

Gambar-gambar dapat diakses di:
http://news.xinhuanet.com/english/2008-03/20/content_7825299.htm 

Artikel asli dapat diakses di: http://www.kompas.com/read.php?cnt=.xml.2008.03.20.11033795&channel=1&mn=9&idx=63
———————————————————————–

Doraemon Duta Kartun Jepang

Kamis, 20 Maret 2008 | 11:03 WIB

TOKYO, KAMIS - Pemerintah Jepang mengambil langkah agak aneh untuk mempromosikan budayanya ke luar negeri. Dan, yang ditunjuk sebagai duta adalah Doraemon, si robot kucing yang punya segala macam barang aneh itu.

Menteri Luar Negeri Masahiko Komura menunjuk si kucing itu sebagai duta besar, Rabu (19/3). Komura menyerahkan sertifikat  resmi kepada Doraemon seukuran manusia yang ditemani Nobita, karakter yang tidak bisa dipisahkan darinya. Tak ketinggalan sajian dorayaki, kue kacang merah yang menjadi makanan favorit si kucing dengan kantong ajaib itu.

Komura mengatakan kepada Doraemon yang berisi orang betulan bahwa ia harus mempromosikan kartun animasi Jepang ke seluruh penjuru dunia.

“Doraemon, saya harap Anda mengelilingi dunia sebagai duta anime untuk memperdalam pemahaman orang terhadap Jepang, sehingga mereka bisa menjadi sahabat kita,” kata Komura.

Penunjukan Doraemon itu merupakan upaya terkini pemerintah Jepang untuk memanfaatkan budaya pop sebagai media diplomasi. Jepang juga membuat Penghargaan Manga Internasional tahun lalu oleh, mantan menteri luar negeri Taro Aso yang menganggapnya seperti Hadiah Nobel.

Tahun ini, Kementerian Luar Negeri Jepang berencana memutar sebuah film Doraemon di Singapura, China, Spanyol, Prancis dan beberapa misi diplomatik Jepang di negara lain.

Doraemon yang berbicara menggunakan suara artis Wasab Mizuta dari balik tirai kertas berjanji kepada Komura. “Lewat kartun, saya berharap bisa menyampaikan kepada orang di seluruh dunia pikiran-pikiran orang awam Jepang, gaya hidup kami dan masa depan seperti apa yang ingin kami bangun,” katanya.

Doraemon adalah tokoh kartun yang diciptakan Fujiko F Fujio dan kemudian menjadi ikon budaya Jepang yang populer di seluruh dunia, khususnya Asia.  Kucing robot ini terbang kembali dari abad 22 dan menggunakan gadget canggih, seperti ‘mesin waktu’ dan ‘pintu kemana saja’. Barang-barang itu bisa muncul begitu mudah dari ‘kantong ajaib’ yang menempel di perutnya untuk menolong teman-temannya. Dengan benda-benda itu, mereka bisa melakukan perjalanan ke mana pun.

Sebenarnya bukan cuma Doraemon yang sudah menjadi duta di Jepang. November 2007, Astro Boy ditunjuk menjadi duta keselamatan perjalanan ke luar negeri.(AP)


Happy Valentine 2008

Sedikit ”kata mutiara” dari selipan buku yang bebek beli di waktu SMP:

Pure love is like a candle in the night

that gives a new hope for the hopeless heart

and a new way for the broken spirit

Happy Valentine!!


Bribet

Bribet - Bribet - Bribet.

Seringkali pikiran bebek gak mau diajak kerjasama. Waktu belajar, pikiran bebek sering kelayapan entah ke mana. Alhasil, jika bebek harus memaksakan diri untuk belajar, maka bebek akan mengambil kertas dan menuliskan hal yang sama berulang-ulang. Bukan untuk dibaca ulang, tapi hanya untuk ditulis berkali-kali supaya ingat.

Karena pikiranku lagi bribet tentang skripsi dan masa depan, maka bebek persembahkan satu lagi “karya seni” bebek yang gak jelas (Karya tak jelas sebelumnya adalah “The Art of “Die Da Yao Jing”). Sila klik di gambar untuk ukuran besar (Hampir 4 MB):

bribet-by-bebekrewel.jpg

Waktu pembuatan: Masa exam semester lalu (November 2007)

Subject: CSC 406, “Computer Architecture”

Title: Bribet

Sila juga liat: “Keluarga Kendi”


Santa Claus…

Note: Update daftar tahun 2007 di bawah. 

Bagi yang mau serius membaca tentang Santa Claus, anda salah alamat. Silahkan cari di situs lain karena postingan ini hanya akan membawa anda ke arah kengawuran. =p

santa-sinting.bmp

Santa Claus… Pernahkah anda berpikir siapakah jati diri sesungguhnya dari kakek gendut yang satu ini? Apa pekerjaan dia sehingga dia bisa mempunyai banyak uang untuk kemudian dibelikan kado yang dibagikan ke anak-anak? Apa motif sesungguhnya dari kegiatan membagi-bagikan kado yang dilakukannya setahun sekali?

Buronan?

Begitu banyak nama alias yang dipakai oleh Santa Claus: Papa Noel, Father Christmast, Babbo Natale, dst. Mengapa seseorang mempunyai nama alias yang begitu banyak? Kalau hanya karena nama panggilan, pastilah tidak perlu sebanyak itu. Satu-satunya alasan yang masuk akal bagi seseorang untuk terus berganti nama adalah karena dia melarikan diri dari sesuatu. Dengan kata lain, Santa Claus adalah seorang buronan abadi.

Konon, menurut catatan sejarah yang tak pernah ada, Santa Claus adalah penjahat kambuhan dengan spesialisasi membobol rumah orang, mencuri dan merampok (Emangnya anda kira dari mana lagi Santa Claus memperoleh keahliannya memasuki rumah orang jika bukan dari praktek kejahatan?). 

Pada satu masa, ia dikenal sebagai Robin Hood (yang terkenal dengan pakaian hijaunya. Maklum, waktu itu warna merah blum ngetrend), di masa yang lain, ia dikenal sebagai Hattori Hanzo(waktu itu ia belum segendut sekarang. Masih cukup atletis untuk berperan sebagai ninja yang ngelompat dari genteng ke genteng). Jesse James, seorang “koboi” perampok terkenal juga dicurigai sebagai jelmaannya.

Menurut satu situs yang lain, Santa Claus hanyalah salah seorang imigran ilegal yang berpotensi meningkatkan angka kriminal dan memperberat beban jaringan sosial. Bahkan sampai ada arahan tentang bagaimana memperlakukan Santa Claus: “Ketika orang gendut itu masuk melalui cerobong asapmu tahun ini, nyalakan api dan usir dia karena dia adalah pekerja imigran ilegal”.

Karakter Fiksi(?) Terkaya?

Setiap tahunnya, Forbes mengeluarkan daftar 15 karakter fiksi terkaya.

Demikian daftar “Forbes Fictional 15″:

 Tahun 2002:
1. Santa Claus
2. Richie Rich
3. Oliver “Daddy” Warbucks
4. Scrooge McDuck (alias Gober Bebek)
5. Thurston Howell III
6. Willie Wonka
7. Bruce Wayne
8. Lex Luthor
9. J.R. Ewing
10. Auric Goldfinger
11. C. Montgomery Burns
12. Charles Foster Kane
13. Cruella De Vil
14. Gordon Gekko
15. Jay Gatsby

Tahun 2003-2004 data tidak ditemukan

Tahun 2005:
1. Santa Claus
2. Oliver “Daddy” Warbucks
3. Richie Rich
4. Lex Luthor
5. C. Montgomery Burns
6. Scrooge McDuck
7. Jed Clampett
8. Bruce Wayne
9. Thurston Howell III
10. Willy Wonka
11. Arthur Bach
12. Ebenezer Scrooge
13. Lara Croft
14. Cruella De Vil
15. Lucius Malfoy

Tahun 2006:
1. Oliver “Daddy” Warbucks
2. C. Montgomery Burns
3. Scrooge McDuck
4. Richie Rich
5. Jed Clampett
6. Mr. Monopoly
7. Bruce Wayne
8. Anthony Stark
9. Prince Abakaliki of Nigeria
10. Thurston Howell III
11. Willy Wonka
12. Lucius Malfoy
13. Tony Montana
14. Lara Croft
15. Mario (Bros)

Mengapa nama Santa Claus tiba-tiba hilang dari daftar di tahun 2006? Padahal di tahun-tahun sebelumnya, kekayaannya dicantumkan sebagai tak terhingga. Apakah Santa Claus jatuh miskin karena kalah berjudi di Las Vegas?

Ternyata “didakwa” menjadi karakter terkaya membuat kuping Santa Claus panas. Maklum, selama ini dia terus memalsukan laporan pajaknya. Mungkin juga Santa Claus marah dengan deskripsi dirinya di daftar tahun 2005. Ia dituduh mengeksploitasi peri dan pekerja anak:

Claus, Santa

Net Worth: $ ∞
Source: Toys, Candy
Age: 1,651
Marital Status: Married, no children.
Hometown: North Pole

North Pole’s tubby toy titan remains fiction’s richest character, despite ongoing strife with Elvish labor force. Elves bemoan low-wages, lack of health care coverage and union-busting tactics of “Claws.” Factory operations also dogged by several documented instances of child-labor. Santa retorts that “immortal” Elves don’t need health insurance, and says child-workers were being punished for being “naughty.” Analysts expect impact on toy and candy production to be minimal. Claus’ ultimate motivations for annual gift-giving orgy remain unclear. Speculated to be tormented by infinite wealth; embarks on annual around-the-world trip in a futile attempt to give it away. Others detect darker side, noting percentage of children receiving lumps of coal and ill-treatment of rare Finnish-bred flying reindeer. Claus himself plays it close to the vest, cryptically muttering “Ho! Ho! Ho!” Member since time immemorial. — Michael Noer

Padahal di tahun 2002, namanya juga sudah terdaftar sebagai karakter terkaya (walau diakui jika deskripsinya jauh lebih positif daripada deskripsi tahun 2005):

Claus, Santa

Age: 1,600 years plus
Source: Toys
Net Worth: $∞
Hometown: New York City; North Pole
Marital Status: Married, no children

Born in the fourth century as Nicholas of Myra in Anatolia, now southwestern Turkey. According to legend, gave away bulk of his inheritance to provide dowries for three beautiful–but impoverished–maiden sisters. Famously threw gold through girls’ chimney where it landed in their stockings drying by fire. Later Roman Catholic saint. Relics stolen by Italian merchants 12th century; bones now in Bari, southern Italy. Moved to U.S. by way of Holland; settled in New Amsterdam, later New York City. Changed name to Santa Claus, gained weight, grew beard. Toy manufacturing operations at North Pole yielding apparently unlimited wealth. Spends every Christmas Eve trying fruitlessly to give away fortune to little children. Keeping up with the times: Compressive of naughty and nice boys and girls now available on the Web. Passionate interest in artic wildlife: Large reindeer preserve includes rare flying and red-nosed specimens. Member since time immemorial. –Michael Noer

Tidak mau kejahatannya terbongkar lebih jauh, Santa Claus lalu “bermain kotor” dengan menghasut anak-anak kecil untuk mengirim email protes ke Forbes (kemungkinan dengan ancaman akan tidak diberikan hadiah jika anak-anak tersebut tidak ikut mengirimkan email protes ke Forbes). Sayangnya Forbes menyerah kepada teror email ini, nama “Santa Claus” tidak muncul di daftar tahun 2006. 

Namun dalam artikel pengantarnya, Forbes tetap yakin bahwa Santa Claus adalah karakter fiksi terkaya:

The biggest change to this year’s list comes at the very top. For the first time in the Fictional 15’s history, Santa Claus has been unseated from the number-one spot, replaced by defense contractor Oliver ”Daddy” Warbucks.

We still estimate Claus’ net worth as infinite, but we excluded him from this year’s rankings after being bombarded by letters from outraged children insisting that Claus is “real.” We don’t claim to have settled the ongoing controversy concerning Claus’ existence, but after taking into account the physical evidence–toys delivered, milk and cookies devoured–we felt it was safer to remove him from consideration.

Bagaimana dengan daftar tahun 2007? Apakah Forbes berani untuk mencantumkan nama Santa Claus kembali ke daftar Fictional 15?

Ternyata TIDAK!!!

Tahun 2007:
1. Scrooge McDuck
2. Ming The Merciless
3. Richie Rich
4. Mom
5. Jed Clampett
6. C. Montgomery Burns
7. Carter Pewterschmidt
8. Bruce Wayne
9. Thurston Howell III
10. Tony Stark
11. Fake Steve Jobs  
12. Gomez Adams
13. Willy Wonka
14. Lucius Malfoy
15. Princess Peach
———————————————————————-

Iklan pendek mengenai mengapa menulis surat ke Santa Claus adalah ide yang sangat jelek (Click kanan, save as)==> santaclaus.wmv


Tidak Semua Huruf Diciptakan Sederajat

Perhatian: Jika anda adalah orang baik-baik, bermoral tinggi dan tidak biasa dengan kata-kata yang berbintang-bintang => *****, mungkin postingan ini ada baiknya anda lewatkan… 

Atau lebih tepatnya: “Tidak semua huruf diperlakukan (baca: digunakan) secara sederajat dalam Bahasa Indonesia”.

Tentu bebek tidak menuduh bahwa Bahasa Indonesia “rasis” terhadap huruf-huruf tertentu. Tapi rasanya hampir semua kata yang lazim digunakan dalam bahasa Indonesia sehari-hari melibatkan huruf “a” dengan frekuensi penampakan yang lebih banyak daripada huruf lainnya. (Secara ngawuriah, bebek tidak menghitung huruf-huruf yang populer untuk membentuk imbuhan seperti “m”, “e”, “n” dan lainnya)

Dan jika ingin membuat perbandingan ekstrim (Cheeezzz… Bebek liat di  di Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kedua tahun 1993, kata ekstrim itu seharusnya ditulis sebagai: ”ekstrem”!!), bukanlah hal yang “tidak terbuktikan” jika huruf “a” menempati posisi yang lebih penting daripada huruf “q” misalnya.

Kata yang berawalan dengan huruf “a” mendapatkan jatah sebanyak 70 halaman sementara yang berawalan huruf “q” harus cukup puas dengan jatah 1 halaman saja (Itupun anggotanya cuma 9 “kata” dengan 8 kata yang merupakan serapan dari Bahasa Arab dan 1 huruf “q” dengan penjelasan: huruf ketujuh belas abjad Indonesia).

Walau begitu, “a” bukanlah huruf yang menghabiskan halaman terbanyak. di KBBI edisi kedua ini, kayanya huruf “s” mendapatkan posisi kehormatan dengan jumlah halaman yang didedikasikan sebanyak 129 halaman.

Selain urusan frekuensi penggunaan huruf dalam Bahasa Indonesia (tidak harus selalu digunakan secara baik dan benar, bisa juga sebagai Bahasa Indonesia prokem yang tidak baik dan tidak benar), secara ngawuriah, bebek juga percaya jika tidak semua huruf itu “netral”. Ada huruf yang bisa membentuk persepsi, menegaskan sebuah kata yang dibentuknya dan memberikan citra feminin ataupun maskulin.

Dalam salah satu emailnya, salah satu temen internet bebek melemparkan sebuah pertanyaan tidak penting: “Btw, ada yg tau beda gemuk dgn gendut? Secara tidak sadar, org ga senang dibilang gendut, ketimbang gemuk. Knp?”

Dan bebekpun membalas pertanyaan tersebut dengan reply yang tidak kalah tidak pentingnya (catatan: bebek sudah permak-permak supaya terasa lebih berperikebebekkan):

Menurut bebek karena ada huruf “d” di gendut. Bunyi huruf “d” tersebut seakan-akan memberikan penekanan: genDuuuuttt… Jadi kesannya lebih besar dan berat daripada gemuk. (Mau membuat efek yang lebih besar dan berat daripada gendut? Gunakanlah kata “gendud” (keterangan lebih lanjut tersedia di bawah))

Selain kedua kata tersebut, ada juga kata endut. Ini kesannya lebih imut kan? Argumen bebek, hal ini dikarenakan hilangnya huruf “g” yang memberikan penekanan lebih pada awal kata.

Dalam bahasa informal, huruf “k” bisa digantikan huruf “g” dengan tujuan memberikan penekanan lebih pada arti kata: goblog (bisa diartikan sebagai goblok banget) dan budeg (lebih daripada budek). Bisa juga untuk menunjukkan kecentilan: sayank dan gantenk. (Contoh penggunaan dalam kalimat: “Sayank… Menurut dikau, apakah daku gantenk?”)

Selain itu, bebek pernah mendiskusikan di antara temen2 (yang sama gak jelasnya kaya bebek). Entah apakah dikau-dikau semua setuju apa tidak: Kenapa k*nt*l dan t*t*t walau mengacu kepada barang yang sama, tetapi kesannya yang pertama lebih besar daripada yang kedua? Apakah karena kecenderungan pemakaian kata? atau karena huruf “o” itu terdengar lebih maskulin daripada huruf “i” ??

Bisa diperhatikan juga dari jenis ketawa. Kalo ketawanya diketik sebagai “HOHOHO”, kesannya lebih maskulin (selain karena udah jadi trademark sinterklas). Kalo ketawanya ”hihihi”, yang kebayang langsung seorang wanita ketawa centil sambil mulut ditutupin kipas. Dalam hal ini, ketawa yang netral adalah “hahaha”.

Selain itu huruf “u” juga sepertinya lebih halus daripada huruf “o”:

- Bodoh terasa lebih kasar daripada buduh

- Dodol terasa lebih kasar daripada dudul (ini dodol untuk kata-katain orang maksudnya)

- Bloon terasa lebih kasar daripada bluun

- Goblok lebih kasar daripada gubluk (Eh, ada gitu orang yang maki orang laen dengan kata “gubluk”?)

- Colon lebih… gak jadi deng. Colon itu artinya usus besar, sementara culun… (masih perlu kita diskusikan lebih jauh)

Selain itu tawa “huhuhu” terasa seperti nangis atau tawa licik (tergantung intonasi), sementara “hohoho” seperti yang dibahas di atas adalah terdengar lebih maskulin.

Sekarang mari kita bahas beda antara huruf “t” dan “d”.

Menurut bebek, huruf “d” itu memberi penekanan lebih pada arti. Contoh:

- Ng*nt*T dan ng*nt*D bila diucapkan dengan “penuh semangaD” serasa lebih kasar yang kedua karena penekanan yang lebih dalam sehingga terasa seperti penekanan lebih pada artinya

- B*ngs*T dan b*ngs*D (sama seperti alasan di atas)

- Sesat dan sesad terasa lebih sesat “sesaD” daripada “sesat” (Huruf “s” bisa diganti dengan “z” untuk memberikan penekanan yang lebih lagi. Dengan kata lain, derajat kesesatan bisa diurut sebagai berikut (dari kurang sesat sampai pada paling sesat): sesat -> sesad -> zezad (Er… rada aneh seh, tapi seenggaknya pola yang sama kadang digunakan untuk kata manis: manis -> maniz, dan kata panas: panas -> panaz ))

- “Tuinggggg…” dan “duingggggg…”. Walau keduanya serasa menjadi sound effect bagi sesuatu yang membal (misalnya: Jika perut anda buncit, maka ketika perut anda ditekan-ditekan, ibaratnya akan keluar suara “tuing-tuing”), yang pasti bunyi DUINGGG!! kesannya lebih membal dan berat daripada TUINGGG!!! (Jadi kalau perut anda sudah sssaaangaaDDD bunciD, yang jadi sound effectnya bukan lagi “tuing-tuing…”, tapi “duing-duing…”)

Huruf “p”, bisa digantikan dengan saudaranya yang agak mirip-mirip, si huruf “b”. Contoh: mantab.

Dan untuk mengakhiri postingan ini, marilah kita mempraktekkan teknik penukaran huruf seperti yang sudah dijabarkan di atas secara sekaligus:

“GeDuBraG!!” (sound effect orang jatuh) serasa lebih berbau “jatuh” daripada “KeTuPrak!!” (Yang ini bakal ditanyain lebih jauh: maksudnya ketupat? atau ketoprak?)

Sekian ocehan zezaD bebeg hari ini…


Mereka yang Diramalkan…

Perjalanan sejarah sering diwarnai dengan datang dan perginya tokoh-tokoh besar (dan juga kecil). Banyak di antara tokoh tersebut seakan diramalkan dan ditakdirkan bahwa suatu saat mereka akan menjadi seseorang yang mempengaruhi jalannya sejarah. 

Wu Zetian, satu-satunya kaisar wanita sepanjang sejarah kekaisaran Tiongkok kuno, sewaktu masih kecil diramalkan oleh seorang terpelajar bahwa ia akan menjadi kaisar karena ciri-ciri wajahnya.

Tenzin Gyatso, Dalai Lama yang sekarang, kelahirannya dikatakan dihadiri oleh burung gagak, suatu pertanda yang juga terjadi pada kelahiran beberapa Dalai Lama sebelumnya.

Nostradamus, peramal yang terkenal itu, dikisahkan segera berlutut di hadapan seorang rahib muda bernama Felice Paretti dan memanggilnya sebagai “His Holiness”. Di kemudian hari rahib muda tersebut menjadi Paus Sixtus V.

Lain lagi dengan Vespasian, seorang Jendral Romawi. Ketika memadamkan pemberontakan orang Yahudi, salah satu tahanannya yang bernama Josephus (kemudian dikenal sebagai Titus Flavius Josephus, sejarawan Yahudi dari abad pertama) meramalkan bahwa suatu saat ia akan menjadi Kaisar Roma. Jendral Vespasian pun naik tahta menjadi kaisar di tahun 69.

Kalau orang-orang yang di atas diramalkan oleh seorang terpelajar, burung gagak, peramal dan sejahrawan, maka mungkin juga kalau presiden kita yang sekarang ini, 4 tahun yang lalu, juga diberi pertanda ramalan bahwa ia akan menjadi seseorang yang paling dicaci dan dikambing hitamkan oleh banyak orang Indonesia (baca: menjadi Presiden Indonesia).

Walau bebek akui, tanda ramalannya emang agak tidak mengenakkan…

Artikel dapat diakses di alamat:
http://kompas.com/kompas-cetak/0311/07/utama/675120.htm
————————————————————————————-

Menghina Menko Polkam, WN Jerman Ditangkap

Jakarta, Kompas - Robert Massmeyer (68), yang mengaku warga negara Jerman, ditangkap polisi yang mengawal perjalanan Menko Polkam Susilo Bambang Yudhoyono, di halaman parkir Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (6/11) pukul 11.15.

Massmeyer disangka menghalang-halangi laju kendaraan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) saat melintas di Jalan Jenderal Sudirman. Ia menghina dan atau melakukan pelecehan dengan mengacungkan jari tengahnya ketika mobilnya sejajar dengan mobil yang ditumpangi Yudhoyono.

Brigadir Agus Suparyanto, salah seorang polisi pembuka jalan laju kendaraan Menko Polkam saat itu, menuturkan, Massmeyer yang mengemudikan Toyota Starlet F 1152 AE menghalangi laju kendaraan Menko Polkam mulai dari depan Gedung BRI, di Jalan Sudirman arah Bundaran Hotel Indonesia (HI). Saat itu, kata Agus yang mengendarai motor patroli pengawalan, mobil Massmeyer melaju di tengah marka jalan jalur cepat. Ia pun dengan gerak tangan memberi aba-aba agar Massmeyer menepi ke kiri untuk memberi jalan kepada kendaraan dinas Menko Polkam.

“Dia bukannya memberi jalan malah menghina saya. Sambil melihat ke saya, dia menujuk-ujuk keningnya sendiri, seakan saya tidak punya otak karena menyuruh dia menepi,” kata Agus.

Massmeyer pun tetap ngotot, tidak mau menepi bahkan melajukan kendaraannya dengan berzig-zag di depan kendaraan rombongan Menko Polkam. Tentara pengawal yang ada di mobil patroli lalu memberi peringatan dengan membunyikan sirine satu-satu. Massmeyer malah meledek mereka dengan cara mengeluarkan tangan kanan, dan jari tengah diacungkan ke atas, setiap sirine berbunyi.

Yang membuat tentara pengawal Menko Polkam marah dan memerintahkan polisi segera menangkap Massmeyer adalah acungan jari telunjuk itu dilakukan Massmeyer lagi ketika mobil yang ditumpangi Menko Polkam sejajar dengan mobil Massmeyer. Itu terjadi sebelum Massmeyer membelokkan mobilnya, masuk ke halaman parkir Hotel Indonesia.

Seorang polisi yang saat itu bertugas di seputar Bundaran HI segera menghampiri mobil Massmeyer.

Polisi mengetuk-ngetuk kaca pintu mobil, memerintahkan Massmeyer keluar. Massmeyer menolak keluar, malah marah-marah dan dari kaca jendela berupaya menusuk polisi itu dengan ujung payungnya.

Polisi pun memaksa dia keluar dan berupaya menangkapnya. Massmeyer meronta-ronta dan berhasil lepas dari cengkeraman polisi. Ia lari menjauh dan dikejar polisi serta tiga anggota ketentraman dan ketertiban serta perlindungan masyarakat (tramtib dan linmas) yang tengah bertugas di Bundaran HI. Massmeyer akhirnya ditangkap Cahyani, anggota tramtib dan linmas, setelah ia jatuh karena kakinya tersandung besi yang menonjol di jalan.

“Ia masih berontak tidak mau ditangkap, sampai dia jatuh lagi dan saya ikut jatuh juga. Akhirnya tangannya bisa saya borgol. Polisi lalu memasukkan dia ke mobil patroli dan membawanya ke sini (kepolisian daerah/polda),” kata Cahyani.

Cahyani, dan dua temannya, A Abidin dan A Rizal, yang ikut ke Polda Metro Jaya menegaskan, luka lecet-lecet di kaki dan tangan serta benjol di pelipis kanan Massmeyer bukan karena mereka atau polisi pukuli. Luka itu karena Massmeyer jatuh sendiri. Begitu juga luka sobek di dahinya.

“Luka sobek di dahinya akibat kena ujung bangku di klinik polda. Polisi mau mengobati luka-luka lecetnya. Ia masih meronta-ronta tidak mau, sampai akhirnya ia jatuh menimpa kursi,” kata Abidin.

Di ruang tunggu Kantor Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Massmeyer tampaknya tidak menerima dan tidak mengerti mengapa ia berada di sana. Dalam bahasa Inggris dan Jerman, ia marah-marah. Polisi kesulitan meminta keterangannya sekalipun sekadar menanyakan nama lengkap dan alamatnya di Jakarta. Ia bahkan menanyakan nama petugas polisi dan orang-orang yang membawa dia ke SKP.

Ia hanya menyebut namanya Robert dan paspornya ada dalam tas, di mobilnya.

“Gedung apa ini. Mengapa saya dibawa ke sini. Mana mobil saya. Mengapa saya diperlakukan seperti kriminal,” katanya.

Ia bahkan sempat memperolok orang yang berada di SPK yang memperhatikan dia.

Massmeyer baru menyebut nama lengkap dan alamat tinggalnya di Bogor setelah wartawan menanyainya. Massmeyer mengatakan, ia tidak mengerti mengapa polisi menyuruh ia menepikan mobilnya.

“Di Jalan Sudirman itu batas kecepatan maksimal 60 km/jam. Saya mengemudikan kendaraan 40 km/jam. Mobil lainnya ada yang lari 50-70 km/jam. Mengapa saya yang disuruh menepi. Saya adalah pengemudi yang disiplin. Mereka yang tidak disiplin,” katanya ketika ditanya mengapa ia tidak mau menepikan kendaraannya seperti perintah polisi.

Menurut Massmeyer, kalau ia salah, polisi bisa mencatat nomor kendaraannya dan mengirim surat teguran ke rumahnya. Polisi, katanya, tidak berhak menangkap dia karena urusan lalu lintas.

Saat diingatkan bahwa dia ditangkap bukan karena masalah lalu lintas saja, tetapi karena menghalangi laju kendaraan dan menghina pejabat negara, Massmeyer mengatakan, dia tidak tahu siapa yang berada di mobil itu.

Mulut Massmeyer sampai ternganga ketika wartawan menjelaskan bahwa orang yang berada di dalam mobil yang diberi acungan jari telunjuknya adalah Menko Polkam RI. Lelaki ini, yang semula banyak bicara, menjadi agak kalem dan menurut ketika polisi membawanya untuk menjalani pemeriksaan di Satuan Reserse Umum.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mathius Salempang mengatakan, anggotanya tetap akan memproses Massmeyer.

“Ya, kita lihat saja hasil pemeriksaannya nanti,” kata Salempang ketika ditanya apakah tak berlebihan menangkap dan menahan Massmeyer. (RTS)


Human Race will ‘Split into Two Different Species’

Yang cakep makin cakep, yang ancur makin ancur…

Kayanya bukan cuma kesenjangan ekonomi duang yang perlu kita kuatirkan…

Ditulis oleh Niall Firth.

Artikel dapat diakses di alamat:
http://www.dailymail.co.uk/pages/live/articles/technology/technology.html?in_article_id=489653&in_page_id=1965&in_page_id=1965&expand=true
—————————————————————————————

The human race will one day split into two separate species, an attractive, intelligent ruling elite and an underclass of dim-witted, ugly goblin-like creatures, according to a top scientist.

100,000 years into the future, sexual selection could mean that two distinct breeds of human will have developed.

The alarming prediction comes from evolutionary theorist Oliver Curry from the London School of Economics, who says that the human race will have reached its physical peak by the year 3000.

evolution.jpg

The report claims that after they reach their peak around the year 3000 humans will begin to regress

These humans will be between 6ft and 7ft tall and they will live up to 120 years.

“Physical features will be driven by indicators of health, youth and fertility that men and women have evolved to look for in potential mates,” says the report, which suggests that advances in cosmetic surgery and other body modifying techniques will effectively homogenise our appearance.

Men will have symmetrical facial features, deeper voices and bigger penises, according to Curry in a report commissioned for men’s satellite TV channel Bravo.

Women will all have glossy hair, smooth hairless skin, large eyes and pert breasts, according to Curry.

Racial differences will be a thing of the past as interbreeding produces a single coffee-coloured skin tone.

The future for our descendants isn’t all long life, perfect bodies and chiselled features, however.

While humans will reach their peak in 1000 years’ time, 10,000 years later our reliance on technology will have begun to dramatically change our appearance.

Medicine will weaken our immune system and we will begin to appear more child-like.

Dr Curry said: “The report suggests that the future of man will be a story of the good, the bad and the ugly.

“While science and technology have the potential to create an ideal habitat for humanity over the next millennium, there is the possibility of a monumental genetic hangover over the subsequent millennia due to an over-reliance on technology reducing our natural capacity to resist disease, or our evolved ability to get along with each other.

“After that, things could get ugly, with the possible emergence of genetic ‘haves’ and ‘have-nots’.”

Dr Curry’s theory may strike a chord with readers who have read H G Wells’ classic novel The Time Machine, in particular his descriptions of the Eloi and the Morlock races.

In the 1895 book, the human race has evolved into two distinct species, the highly intelligent and wealthy Eloi and the frightening, animalistic Morlock who are destined to work underground to keep the Eloi happy.


“Kehendak Tuhan”

Bebek hendak menceritakan ulang suatu kisah yang diambil keluar dari ingatan bebek.

Alkisah, ada seorang guru yang didatangi oleh tiga orang pelajar. Para pelajar tersebut sedang dalam perjalanan ke ibukota untuk menempuh ujian negara. Mereka singgah sejenak untuk meminta ramalan dari sang guru: Siapakah di antara mereka yang akan lulus?

Dalam diam, sang guru mengeluarkan jari telunjuknya secara perlahan. Ketika didesak untuk menjelaskan arti dari ’satu’ yang dilambangkan dengan jari telunjuk tersebut, sang guru menolak memberikan pencerahan lebih jauh dan berkata, “Maaf, saya tidak bisa membocorkan rahasia dari kehendak Tuhan. Teruskanlah perjalanan kalian ke ibukota dan jalanilah ujian yang sudah menjadi takdir kalian.” Walau merasa tidak puas, ketiga pelajar tersebut akhirnya pamit.

Salah seorang murid melihat kejadian tersebut dan bertanya kepada sang guru, “Guru, apakah yang dimaksud dengan ’satu’?”

Sang guru berkata, “Jika hanya satu di antara mereka yang berhasil, ’satu’ berarti hanya satu diantara mereka yang akan lulus. Jika ada dua orang di antara mereka yang berhasil, ’satu’ menunjukkan hanya satu di antara mereka yang akan gagal.”

“Lalu bagaimana jika mereka semua lulus?” Tanya murid tersebut lebih lanjut.

“‘Satu’ berarti mereka akan lulus pada satu waktu yang bersamaan. Jika mereka semua gagal, ’satu’ menandakan bahwa mereka akan gagal pada satu waktu yang sama.” Jawab sang guru.

 ”Oh… Itu toh yang namanya kehendak Tuhan.”

=====================================================
Cerita di atas pernah bebek baca dari salah satu buku Anthony de Mello atau di buku humor yang tak jelas asal-usulnya ataupun di kedua buku tersebut. Kalau salah, saya tidak keberatan dianggap mengatakan itu secara orisinil.

catatan: Kalimat terakhir (yang dicetak miring) dikutip bebek secara mentah-mentah dari buku “Si Parasit Lajang” karangan Ayu Utami.