bebek rewel

Men are from Mars, Women are from Venus, Duck is from Earth

10 Ciri Sinetron Religius Versi Produser

“Ditilep” dari salah satu milis yahugrup yang bebek ikutin.

Hasil forward-tan juga, tapi tertulis di sana yang ngirim “pertama kali” adalah Kusno Suditomo. Entah apakah beliau juga penulis opini di bawah ini.

Klik di sini untuk melihat: Ciri Khas Sinetron Indonesia Kini
——————————————————————————

Pengantar :
 
Sering menyaksikan sinetron2 berlabel “religius”, entah itu bertajuk : Hidayah, Hikayah, Pintu Hidayah, Jalan Ilahi, Maha Kasih, de el el ? Dari segi judul sich kayaknya nich sinetron begitu “mendidik”, setidaknya bagi sebagian kalangan pemirsa yang merasa cocok dengan resep scenario seperti itu. Karena indikator rating menunjukkan bahwa sinetron model begitu digemari, maka tak heran tema2 seperti itulah yang dibongkar pasang oleh penulis scenario.

Kalau mau berkaca ke belakang, ada beberapa sinetron impor yang lebih bagus inti dan misi ceritanya, yakni : “Highway to Heaven”, “Touched by an angel”, dan “Quantum leap”. Ketiga film seri ini boleh dibilang lebih menekankan pada misi kemanusiaan ketimbang membawa-bawa atribut agama sebagai pembenaran bahwa sinetronnya itu layak ditonton. Berikut beberapa ciri sinetron local yang menurut kami malah “menyesatkan” dalam keadaan realitasnya.

# 1 : kekerasan fisik
Adegan tempeleng muka istri, ucapan kasar istri pada suami, preman main pukul pedagang, lempar piring plus alat-alat dapur lainnya, pokoke berantem abis.

# 2 : konflik keluarga
Mantu melawan mertua, kakak sirik dengan keadaan ekonomi adik, antar saudara rebutan istri orang, anak kena narkoba

# 3 : selingkuh
Nach… jangan lewatkan adegan ranjang yang sering ditampilkan. Atau acting abis baru mandi dimana sang tokoh antagonis hanya berbalut handuk dengan rambut masih terurai basah. Juga penampilan sang germo dengan dandanan seronoknya.

# 4 : rebutan harta
Meski ditampilkan sudah punya rumah lumayan mewah, eh masih aza sirik dengan harta orang lain. Udah punya satu mobil, pengennya tiga kayak tetangga sebelah. Sifat rakus dan tidak pernah puas dieksploitasi.

# 5 : balas dendam  
Biasanya karena sang tokoh antagonis pernah dilecehkan oleh teman-temannya, dijadikan alas an untuk membantai mereka yang pernah menyakiti hatinya

# 6 : ingin cepat kaya
Mulai dech cerita babi ngepet, minta petunjuk dukun, menggunakan susuk, dan sebagainya diumbar. Variasi tema lainnya : apalagi kalau bukan ingin cepat jadi selebritis. Dengan alasan bosan miskin, atau ingin dipuji orang lain

# 7 : ingin punya “ilmu”
Ilmu disini maksudnya bukan ilmu pengetahuan yang diajari guru di sekolah, tetapi ilmu kebal, ilmu santet, pokoke ngelmu supaya orang takut. Disinilah praktek klenik, gaib, dan mistik “ditularkan” kepada pemirsa awam.

# 8 : durhaka
Cerita Malinkundang ternyata berlanjut juga dalam sinetron beginian. Anak berani membentak bahkan menggampar ortunya seakan lazim untuk ditampilkan. Sosok guru kadang suka dilecehkan.

# 9 : kekuasaan  
Selain harta, kekuasaan memang memabukkan. Maka ditampilkanlah sosok camat, bupati, tapi minimal kepala desa yang lebih bejat menjajah warganya daripada kompeni. Nggak berani tuch kalo nampilin gubernur anu atau anggota DPR yang korupsi. Udah jahat, rakus, plus sombongnya pun nggak ketulungan.

# 10 : atribut agama
Peran dai, ulama, imam, maupun pemuka agama sering ditampilkan secara pasif. Porsi adegannya pun nggak jauh2 dari urusan pakai kopiah, sarung, kerudung, mukena, dan aksesoris khas Arab di saat sang tokoh antagonis dengan enaknya petantang petenteng. Tak lupa dialog “favorit” yang sering terlontar dari mulut mereka, kalau bukan “Astagafirullah”, pastinya “Inna ilahi na ina ilahi rojiun”.

Ada dua ending cerita yang bisa dijadikan bahan cerita. Pertama, sang tokoh baik dan jujur digambarkan akan mendadak mendapat berkah dari langit. Misalnya : tukang ojek jadi pengusaha dealer sepeda motor, pemulung bisa naik haji, tukang bubur punya restoran sendiri, dan sebagainya yang kebanyakan ilusi. Lha, iyalah disebut ilusi sebab cerita seperti itu hanya sekedar penghibur diri. Coba direnungkan, apakah setelah menonton tayangan bertema seperti itu, mendadak layanan pemda tanpa pungli aparatnya, buat surat perizinan tanpa harus diperas calo, anggota DPR tiba2 tidak mau jalan2 ke luar negeri, etc ?

Kedua, azab mengerikan bagi sang tokoh antagonis yang sepanjang 95% durasi sinetron digambarkan jahat nggak ada tobatnya. Entah itu ditabrak mobil, kaki lumpuh, kulit mengelupas, wajah seperti kena siram air keras, jatuh ke jurang, disambar petir, mayatnya dipenuhi belatung, dan masih banyak lagi adegan sadis lainnya. Sebegitu dangkalnyakah pemahaman para pengelola televisi tentang agama ? Mungkin perlu juga NU, Muhammadiyah, atau MUI membuat fatwa haram menonton tayangan tolol seperti itu ? Maaf, habis lebaran… baru bisa emosi lagi.

10 Comments

  1. Comment by simon on November 15, 2006 6:57 pm

    lol, wah…ternyata dari dulu sampe skrg, tema utk sinetron begitu2 mulu yah. ga brubah2. =D

  2. Comment by Mr.Love on November 27, 2006 3:31 am

    artikel yang baru nggak nongol – nongol, nih ?? Mampir ke web-site gue, yuuk!!
    ——————————————————————————

    Sorry, daku lagi di tengah exam. T________T

    Awal Desember harusnya sudah ada update :)

    Semoga liburan Desember kali ini bisa update 2 kali seminggu ^^ 

    (bebek) 

  3. Comment by BEBEKCUEK on December 3, 2006 10:47 am

    format sekarang baru bisa dibaca
    yang dulu item item jorok dan gelap merusak mata

    Saran: kalau menulsi milis ini atau milis ut mesti jelas namanya. Kalau tidak , artinya anda sengaja mengarang saja dan pembaca tidak bisa menelusur apa bener apa nggak

    Alamat Julia Suryakusuma selalu ditulis dalam kolomnya. Kalau anda mengutip, jangan mengutip dari sumber sekunder, tapi dari sumber aslinya

  4. Comment by Aghie Hasmawan on December 5, 2006 4:06 pm

    Makanya itu aku bosan liat sinetron, tema judul jalan cerita atau apa ajalah, paling-paling gitu-gitu aja, nggak lebih, maap ya mbak-mbak & ibu-ibu yg demen ama sinetron.

  5. Comment by alien on December 11, 2006 1:09 am

    yah bek ini apa bedanya ama dulu..lebi artistik yg dulu hoho..yg ini terlalu simpel.. cumen beda tulisan lebi gede..yg gua tangkep itu sbenernya org byk bilank background item n tulisan putih bikin puyeng..getow..tp kynya yg di atas ad yg ud puas..bek itu nama n jem di komen diganti atuw warnanya silau..uh uh kangen bebek..cape nih mendekati final..

  6. Comment by pedrosa 26 on October 27, 2007 11:36 pm

    sinetron sekarang gak ada yang mendidik, seharusnya cerita yang berbau religi gak usah pake nama2 seperti “YANG MAHA PENGASIH” karena nama itu hanya 4JJI yang punya.

  7. Pingback by bebek rewel » Archive » Ciri Khas Sinetron Indonesia Kini on April 4, 2008 11:10 pm

    […] dulu bebek kopas (copy-paste) tentang 10 Ciri Sinetron Religius Versi Produser, kali ini bebek kopas lagi tentang ”Ciri Sinetron Masa Kini” yang diambil dari milis […]

  8. Comment by brodin on May 5, 2008 11:27 pm

    kereen baru tau aku ternyata,sungguh bejat tayangan religius indonesia

  9. Comment by vicks on October 6, 2010 2:56 pm

    PPT sinetron religi terbaik!!!

  10. Comment by ayuningrum on July 6, 2011 10:57 am

    Benar benar mengenaskan,ngomong ngomong udah lama ya,sekarang yang ngetred kayak putri tertukar sepintas lihat iklan

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a comment