<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/2.1.2" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Human Race will &#8216;Split into Two Different Species&#8217;</title>
	<link>http://www.bebekrewel.com/future-evolution/</link>
	<description>Men are from Mars, Women are from Venus, Duck is from Earth</description>
	<pubDate>Sat, 22 Nov 2008 07:17:04 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.1.2</generator>

	<item>
		<title>By: spew-it-all</title>
		<link>http://www.bebekrewel.com/future-evolution/#comment-7387</link>
		<author>spew-it-all</author>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 04:15:54 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.bebekrewel.com/future-evolution/#comment-7387</guid>
					<description>it does not sound very convincing to me. 
Teorinya hanya bergantung pada satu aspek saja, yaitu aspek eksternal seperti produk komestik dan teknologi dalam bidang kecantikan. Namun ini mungkin bisa terjadi--sekalipun saya sangat pesimis--jika tingkat aksesibilitas teknologi yang mampu melakukan proses homogenisasi itu sendiri sangat tinggi.
-------------------------------------------------------------------------

Ho oh. Teorinya aneh. Mungkin bulan Desember bebek akan menuliskan pandangan bebek atas artikel ini. 
Aspek eksternal yang dimaksud kayanya bukan cuma urusan kosmetik, tapi lebih ke sistem kekebalan tubuh.

Mau kasarnya ya kaya gini lah: Orang Indonesia itu sistem kekebalan tubuhnya lebih bagus daripada kebanyakan orang Singapur. Orang Indonesia ke Singapur gak akan ada masalah. Tapi orang Singapur ke Indonesia, mereka ketakutan sekali dengan makanan yang tidak higienis dll dll. Bebek sendiri, biar tiap 6 bulan balik ke Jakarta, pasti awal2 makan di Indo bisa merasakan sakit perut. T_T

Contoh lainnya: bebek pernah dibilang kalo toleransi orang Indonesia terhadap bakteri typhus jauh lebihhhhhh BESAR daripada toleransi tubuh orang bule. Orang bule, walaupun bakterinya "masih dikit", tapi udah terkena penyakit typhus daripada orang Indonesia yang masih sehat walafiat. 

Bahkan kenalan keluarga pernah cerita, katanya ada 1 orang yang mati setelah berkunjung ke Indonesia. Dokter di Belanda sana kebingungan, ini sakit apaannn? Mereka gak ngerti. Sampai orangnya dah meninggal, mereka baru ngeh kalo itu sakit typhus. (Entah bener apa kagak, katanya di Belanda gak pernah ada orang yang sakit ini lagi. Jadi dokterpun gak kepikiran untuk mendiagnosis sebagai typhus)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>it does not sound very convincing to me.<br />
Teorinya hanya bergantung pada satu aspek saja, yaitu aspek eksternal seperti produk komestik dan teknologi dalam bidang kecantikan. Namun ini mungkin bisa terjadi&#8211;sekalipun saya sangat pesimis&#8211;jika tingkat aksesibilitas teknologi yang mampu melakukan proses homogenisasi itu sendiri sangat tinggi.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Ho oh. Teorinya aneh. Mungkin bulan Desember bebek akan menuliskan pandangan bebek atas artikel ini.<br />
Aspek eksternal yang dimaksud kayanya bukan cuma urusan kosmetik, tapi lebih ke sistem kekebalan tubuh.</p>
<p>Mau kasarnya ya kaya gini lah: Orang Indonesia itu sistem kekebalan tubuhnya lebih bagus daripada kebanyakan orang Singapur. Orang Indonesia ke Singapur gak akan ada masalah. Tapi orang Singapur ke Indonesia, mereka ketakutan sekali dengan makanan yang tidak higienis dll dll. Bebek sendiri, biar tiap 6 bulan balik ke Jakarta, pasti awal2 makan di Indo bisa merasakan sakit perut. T_T</p>
<p>Contoh lainnya: bebek pernah dibilang kalo toleransi orang Indonesia terhadap bakteri typhus jauh lebihhhhhh BESAR daripada toleransi tubuh orang bule. Orang bule, walaupun bakterinya &#8220;masih dikit&#8221;, tapi udah terkena penyakit typhus daripada orang Indonesia yang masih sehat walafiat. </p>
<p>Bahkan kenalan keluarga pernah cerita, katanya ada 1 orang yang mati setelah berkunjung ke Indonesia. Dokter di Belanda sana kebingungan, ini sakit apaannn? Mereka gak ngerti. Sampai orangnya dah meninggal, mereka baru ngeh kalo itu sakit typhus. (Entah bener apa kagak, katanya di Belanda gak pernah ada orang yang sakit ini lagi. Jadi dokterpun gak kepikiran untuk mendiagnosis sebagai typhus)</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: spew-it-all</title>
		<link>http://www.bebekrewel.com/future-evolution/#comment-7388</link>
		<author>spew-it-all</author>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2007 07:24:46 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.bebekrewel.com/future-evolution/#comment-7388</guid>
					<description>Gua dulu waktu masih kecil pernah berpikir kenapa orang gila tidak sakit perut padahal makan-makanan dari tong sampah? 

Mungkin lantaran terbiasa sehingga tubuhnya menyesuaikan diri. Tetapi pertanyaan selanjutnya adalah, seberapa banyak ia bisa menyesuaikan diri? 

Orang bule kalau pertama kali ke Indo pasti sakit. Ini juga lantaran perbedaan virus dan bakteri mungkin. Namun ada juga bule yang 'kebal', makan pangsit di pinggir jalan oke-oke aja. 

Gua sudah dua kali sakit cacar dan bahkan sudah mendapatkan imunisasi di Indo. Eh pas di Sydney tahun lalu, gua kena lagi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Gua dulu waktu masih kecil pernah berpikir kenapa orang gila tidak sakit perut padahal makan-makanan dari tong sampah? </p>
<p>Mungkin lantaran terbiasa sehingga tubuhnya menyesuaikan diri. Tetapi pertanyaan selanjutnya adalah, seberapa banyak ia bisa menyesuaikan diri? </p>
<p>Orang bule kalau pertama kali ke Indo pasti sakit. Ini juga lantaran perbedaan virus dan bakteri mungkin. Namun ada juga bule yang &#8216;kebal&#8217;, makan pangsit di pinggir jalan oke-oke aja. </p>
<p>Gua sudah dua kali sakit cacar dan bahkan sudah mendapatkan imunisasi di Indo. Eh pas di Sydney tahun lalu, gua kena lagi.</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: alien</title>
		<link>http://www.bebekrewel.com/future-evolution/#comment-7406</link>
		<author>alien</author>
		<pubDate>Fri, 02 Nov 2007 03:34:36 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.bebekrewel.com/future-evolution/#comment-7406</guid>
					<description>aduh bacanya ntar deh..rada berat pake inggris =,= buhebekkkkk hiks hiks lagi beteyy</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>aduh bacanya ntar deh..rada berat pake inggris =,= buhebekkkkk hiks hiks lagi beteyy</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>By: alien</title>
		<link>http://www.bebekrewel.com/future-evolution/#comment-7442</link>
		<author>alien</author>
		<pubDate>Sun, 04 Nov 2007 18:36:43 +0000</pubDate>
		<guid>http://www.bebekrewel.com/future-evolution/#comment-7442</guid>
					<description>lucu sih liatinnya huehehe, tapi koq gua brasa kurang ilmiah yeh?! maksudnya kaya support buat alesan2nya kurang gitu.. =3</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lucu sih liatinnya huehehe, tapi koq gua brasa kurang ilmiah yeh?! maksudnya kaya support buat alesan2nya kurang gitu.. =3</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
