<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: 50 Facts That Should Change The World</title>
	<atom:link href="http://www.bebekrewel.com/facts/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.bebekrewel.com/facts/</link>
	<description>Men are from Mars, Women are from Venus, Duck is from Earth</description>
	<pubDate>Wed, 07 Jan 2009 12:36:11 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6.5</generator>
		<item>
		<title>By: wati</title>
		<link>http://www.bebekrewel.com/facts/#comment-8104</link>
		<dc:creator>wati</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Dec 2007 08:52:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.bebekrewel.com/facts/#comment-8104</guid>
		<description>tuk semua yng punya info tentang artikel yang menyangkut PRT,tlg kasih tahu saya.karena saya lagi cobagali info tentang hak2 PRT indo yg notabene blm ada perlindungan mengenai hak2 mereka.untuk bebek.....saya suka artikel anda..apa yang anda katakan tentang nasib PRT,betul.....i know it!
--------------------------------------------

&lt;em&gt;Sepertinya komen dikau mengacu pada paragaf ini ya:
Point nomor 44 misalnya, angka 27 juta membuat bebek agak-agak mikir: Apakah definisi dari perbudakan itu? Apakah pembantu rumah tangga Indonesia yang pada umumnya “kerja 24 jam” (baca: tinggal bersama keluarga majikan, tidak mempunyai jam kerja yang tetap dan kadang disiksa kalau sial dapet majikan yang dableg) dimasukkan dalam  angka 27 juta tersebut?  (Bebek pernah baca bahwa ada beberapa LSM asing yang bergerak di bidang HAM mempermasalahkan tentang sistem PRT di Indonesia)
 
Benernya di paragraf di atas, daku sama sekali tidak memberikan pandangan apapun, cuma memberi info. Daku pernah membaca suatu artikel atau postingan orang di milis, mengenai pengkategorian sistem PRT di Indonesia pada umumnya sebagai "perbudakan", terutama oleh LSM asing. Dan bebek cukup setuju dengan pendapat tersebut. Sistem PRT yang tinggal bersama dengan keluarga yang mempekerjakannya bagi orang luar memang terkesan seperti perbudakan karena tidak ada batas jam kerja. Tapi dalam beberapa hal tertentu, bekerja menjadi PRT mungkin lebih baik daripada menjadi buruh pabrik (yang juga rawan eksploitasi dengan gaji sebatas atau bahkan di bawah UMR). 
 
Pada umumnya PRT tinggal bersama keluarga yang mempekerjakannya dan sudah berikut makan. Dan masih lagi ada gaji. Sementara menjadi buruh pabrik, resiko bisa saja lebih besar (tergantung pabrik apaan), dengan gaji yang mungkin cuma sekitar UMR-an masih harus lagi mengeluarkan uang kontrak rumah (bagi yang masih mengontrak), blum lagi ongkos transport ke tempat kerja dan uang makan. 
 
Dalam beberapa hal, PRT jika beruntung (emang seharusnya gitu sih) bisa bekerja dengan keluarga yang baik-baik, bahkan mungkin bisa saja taraf hidupnya "kecipratan" dengan keluarga yang mempekerjakannya. 
 
Dengan begitu, pengkategorian pekerjaan PRT sebagai perbudakan (kebanyakan oleh LSM asing yang tidak mengerti kondisi pekerja di Indonesia pada umumnya) mungkin terlalu gegabah jika dipukul rata begitu saja.

(bebek)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tuk semua yng punya info tentang artikel yang menyangkut PRT,tlg kasih tahu saya.karena saya lagi cobagali info tentang hak2 PRT indo yg notabene blm ada perlindungan mengenai hak2 mereka.untuk bebek&#8230;..saya suka artikel anda..apa yang anda katakan tentang nasib PRT,betul&#8230;..i know it!<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><em>Sepertinya komen dikau mengacu pada paragaf ini ya:<br />
Point nomor 44 misalnya, angka 27 juta membuat bebek agak-agak mikir: Apakah definisi dari perbudakan itu? Apakah pembantu rumah tangga Indonesia yang pada umumnya “kerja 24 jam” (baca: tinggal bersama keluarga majikan, tidak mempunyai jam kerja yang tetap dan kadang disiksa kalau sial dapet majikan yang dableg) dimasukkan dalam  angka 27 juta tersebut?  (Bebek pernah baca bahwa ada beberapa LSM asing yang bergerak di bidang HAM mempermasalahkan tentang sistem PRT di Indonesia)</p>
<p>Benernya di paragraf di atas, daku sama sekali tidak memberikan pandangan apapun, cuma memberi info. Daku pernah membaca suatu artikel atau postingan orang di milis, mengenai pengkategorian sistem PRT di Indonesia pada umumnya sebagai &#8220;perbudakan&#8221;, terutama oleh LSM asing. Dan bebek cukup setuju dengan pendapat tersebut. Sistem PRT yang tinggal bersama dengan keluarga yang mempekerjakannya bagi orang luar memang terkesan seperti perbudakan karena tidak ada batas jam kerja. Tapi dalam beberapa hal tertentu, bekerja menjadi PRT mungkin lebih baik daripada menjadi buruh pabrik (yang juga rawan eksploitasi dengan gaji sebatas atau bahkan di bawah UMR). </p>
<p>Pada umumnya PRT tinggal bersama keluarga yang mempekerjakannya dan sudah berikut makan. Dan masih lagi ada gaji. Sementara menjadi buruh pabrik, resiko bisa saja lebih besar (tergantung pabrik apaan), dengan gaji yang mungkin cuma sekitar UMR-an masih harus lagi mengeluarkan uang kontrak rumah (bagi yang masih mengontrak), blum lagi ongkos transport ke tempat kerja dan uang makan. </p>
<p>Dalam beberapa hal, PRT jika beruntung (emang seharusnya gitu sih) bisa bekerja dengan keluarga yang baik-baik, bahkan mungkin bisa saja taraf hidupnya &#8220;kecipratan&#8221; dengan keluarga yang mempekerjakannya. </p>
<p>Dengan begitu, pengkategorian pekerjaan PRT sebagai perbudakan (kebanyakan oleh LSM asing yang tidak mengerti kondisi pekerja di Indonesia pada umumnya) mungkin terlalu gegabah jika dipukul rata begitu saja.</p>
<p>(bebek)</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: spew-it-all</title>
		<link>http://www.bebekrewel.com/facts/#comment-372</link>
		<dc:creator>spew-it-all</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 09 Mar 2007 09:45:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.bebekrewel.com/facts/#comment-372</guid>
		<description>Dia diwawancara dengan ABC dan bisa dilihat di sini: http://www.abc.net.au/rn/inconversation/stories/2005/1407371.htm

Di situ ia menjelaskan apa yang dimaksud dengan 1/3 penduduk dunia yang tengah berperang itu. 

Yang menarik untuk diketahui adalah apakah dia melakukan uji-silang atas referensi yang dipakai. Ini memang kerja berat tetapi untuk mencapai akurasi memang perlu. 

Tapi menariknya justru buku semacam ini yang mungkin bisa mengguggah ketimbang analisa akademik yang kering dan ketat. 

Sama seperti bukunya Peter Singer-One World yang bicara tentang etika globalisasi. Ringan dan informatif. 

Pengen juga sih baca tetapi masih ada bacaan lain.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dia diwawancara dengan ABC dan bisa dilihat di sini: <a href="http://www.abc.net.au/rn/inconversation/stories/2005/1407371.htm" rel="nofollow">http://www.abc.net.au/rn/inconversation/stories/2005/1407371.htm</a></p>
<p>Di situ ia menjelaskan apa yang dimaksud dengan 1/3 penduduk dunia yang tengah berperang itu. </p>
<p>Yang menarik untuk diketahui adalah apakah dia melakukan uji-silang atas referensi yang dipakai. Ini memang kerja berat tetapi untuk mencapai akurasi memang perlu. </p>
<p>Tapi menariknya justru buku semacam ini yang mungkin bisa mengguggah ketimbang analisa akademik yang kering dan ketat. </p>
<p>Sama seperti bukunya Peter Singer-One World yang bicara tentang etika globalisasi. Ringan dan informatif. </p>
<p>Pengen juga sih baca tetapi masih ada bacaan lain.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yuku</title>
		<link>http://www.bebekrewel.com/facts/#comment-368</link>
		<dc:creator>yuku</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2007 14:57:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.bebekrewel.com/facts/#comment-368</guid>
		<description>29. A third of the world’s population is at war.

Masa sih? Contohnya apa aja sampe banyak gitu...
-------------------------------------------------------

&lt;em&gt;Nah itulah... Benernya tergantung apa definisi dari "war" itu sendiri. Apakah ribut-ribut di Poso dan Ambon diitung sebagai "war"? Apakah tawuran antar warga yang berkelanjutan sampai turun-temurun juga dianggap "war"? 
Entah juga d.

(bebek)&lt;/em&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>29. A third of the world’s population is at war.</p>
<p>Masa sih? Contohnya apa aja sampe banyak gitu&#8230;<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p><em>Nah itulah&#8230; Benernya tergantung apa definisi dari &#8220;war&#8221; itu sendiri. Apakah ribut-ribut di Poso dan Ambon diitung sebagai &#8220;war&#8221;? Apakah tawuran antar warga yang berkelanjutan sampai turun-temurun juga dianggap &#8220;war&#8221;?<br />
Entah juga d.</p>
<p>(bebek)</em></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
